Daftar Keluaran Togel Hongkong-Berbekal Sumbangan

8togel adalah situs pilihan agen bandar togel dan pemain togel, togel online terpercaya dengan pasaran togel terbaik, togel dengan komisi dan potongan terbesar dan pembayaran tercepat – Skuad Persibo Bojonegoro agak sedikit lega menyambut laga kontra Persebaya Surabaya hari ini di Gelora 10 November. Sebab, pemain telah mengantongi ‘uang saku’ di tengah krisis finansial yang memaksa terlambatnya gaji dua bulan dan bonus kemenangan untuk tim.

‘Uang saku’ tersebut diperoleh dari penggalangan dana yang dilakukan manajemen Persibo di Kantor Bupati Bojonegoro, dua hari jelang laga. Secara terbuka, manajemen menyatakan tim Laskar Angling Dharma dalam kondisi darurat dan membutuhkan sumbangan dari masyarakat Bojonegoro.

Dalam penggalangan dana itu, Persibo mendapat sumbangan sekitar Rp50 juta yang digunakan sebagai bekal ke Surabaya. Walau jumlah itu sangat sedikit jika dibagi ke seluruh elemen tim, namun manajemen berharap pemain bisa menjawab kepedulian masyarakat Bojonegoro.

“Kami sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang masih peduli, karena Persibo masih menjadi milik masyarakat Bojonegoro. Kami membutuhkan bantuan karena secara keuangan sangat memprihatinkan. Dana dari konsorsium belum juga turun dan saya sedih melihat kondisi pemain,” kata Manajer Persibo Nur Yahya.

Persibo sejatinya cukup kompetitif di Indonesian Premier League (IPL) dengan mengandalkan mayoritas bakat-bakat lokal. Sayang pada saat bersamaan, Pelatih Persibo Paulo Camargo yang berjasa mengorbitkan pemain muda, dihadapkan pada situasi rumit seputar mandegnya asupan dana dari pemegang saham klub yakni Konsorsium LPI.

Walau sumbangan dari masyarakat dan pejabat di Bojonegoro tak terlalu besar, manajemen berharap bisa sedikit membangkitkan semangat pemain kala bertarung di Gelora 10 November. Nur Yahya ingin bantuan dari masyarakat tersebut tidak sia-sia. “Kami berupaya mendapatkan hasil bagus, minimal tidak sampai kalah,” ucapnya.

Seperti diinformasikan sebelumnya, skuad tim Oranye sempat mengadu ke Bupati Bojonegoro Suyoto terkait krisis finansial yang melanda klus kebanggaan Boromania. Suyoto sendiri bakal membantu menagih dana dari konsorsium yang selama dua bulan terakhir macet. Manajemen pun tak lagi digubris kala menagih dana tersebut sehingga Persibo kehabisan akal.

Persibo adalah salah satu dari sekian tim yang mengalami kondisi darurat karena neraca keuangan yang kosong melompong, seperti juga dirasakan tim Jawa Timur lain seperti Persema Malang. Konsorsium LPI sempat beralasan macetnya dana itu dikarenakan belum masuknya dana dari sponsor IPL karena dualisme kompetisi di tanah air.

Bos LPI Arifin Panigoro sempat mengatakan klub harus mencari sendiri solusi keuangan, misalnya dengan mencari sponsor. Sayang ucapan bos Medco itu bukan solusi bijak karena nyaris mustahil klub mencari sponsor di tengah musim kompetisi, apalagi dengan situasi sepakbola yang buruk untuk dijadikan ladang investasi.

Kesempatan untuk memaksimalkan pemasukan dari tiket penonton juga sulit karena Persibo lebih banyak bermain di luar kandang pada putaran kedua. Hanya ada tiga laga kandang yang dilakoni Samsul Arif dkk, yakni menjamu Persema Malang, Arema FC dan Bontang FC. Tak heran jika pemasukan tiket sama sekali tak mencukupi kebutuhan tim