Togel Di Indonesia-Tingginya Mimpi Trapattoni

8togel adalah situs pilihan agen bandar togel dan pemain togel, togel online terpercaya dengan pasaran togel terbaik, togel dengan komisi dan potongan terbesar dan pembayaran tercepat – Di kepala pelatih Irlandia, Giovanni Trapattoni, tak ada yang namanya pesimisme. Bahkan mimpinya bisa dibilang teramat tinggi yakni ingin membawa Irlandia mengulangi kejutan Yunani di Euro 2004 silam.

Ya, artinya pelatih yang akrab disapa Mr.Trap itu punya angan mengangkasa untuk memenangkan trofi Henry Delaunay kali ini. Baginya tak ada kata-kata mustahil di kamus pribadinya.

“Dalam hidup saya, aturan saya menyatakan untuk pantang berkata tidak,” ucap Mr. Trap dengan pede.

Kendati The Leprechaun Boys – julukan Irlandia, tergabung di grup C bersama Kroasia, tim kelahirannya Italia dan sang juara bertahan Spanyol, Mr. Trap tak ingin kehilangan optimismenya untuk terus lolos melalui perjuangan di lima kali 90 menit jika memungkinkan.

“Hasil belum terkonfirmasi selama laga belum dimainkan. Saya sudah sering melawan tim dengan pemain besar. Tapi saya menang one-on-one melawan mereka. Kondisi itu menjadi stimulus yang bagus,” lanjutnya, seperti dikutip Sky Sports, Sabtu (9/6/2012).

“Sebenarnya tak sulit untuk bermimpi. Di kepala saya hanya ada 90 menit, 90 menit, 90 menit, 90 menit. Setelah lima pertandingan, mungkin mimpi itu akan menjadi kenyataan,” tambah pelatih tertua di Euro kali ini.

Dengan usia 73 tahun, Mr. Trap memang menjadi pembesut tertua di Polandia-Ukraina. Tapi dirinya tak merasa tua, bahkan sosok kelahiran Cusano Milanino itu masih merasa segar bugar bagai pemuda berusia 20 tahun.

“Saya merasa seperti masih berumur 20 tahun. Saya merasa segar dan yang terpenting, saya masih lapar untuk situasi baru. Saya hampir menyaksikan semua laga sepakbola dan saya pikir akan menemukan satu situasi kecil yang baru. Saya memang selalu ingin tahu hal baru,” sambungnya lagi.

“Saya selalu suka hal-hal baru yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. Sepertinya, saya memang layaknya pria berusia 20 tahun – hanya saja saya punya lebih banyak pengalaman,” tutup mantan nahkoda Duo Milan, Juventus dan Bayern Munich itu.